Minggu, 21 April 2013
1. Dampak
perkembangan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari dan Bagaimana pendapat seorang
psikolog menanggapi perkembangan IPTEK ?
Perkembangan
IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang sudah tidak asing lagi didengar
dinegara kita ini (Indonesia). Di era globalisasi ini perkembangan IPTEK sangat
pesat dan dapat mempengaruhi gaya kehidupan sehari-hari.
Perkembangan
IPTEK dihadapkan pada berbagai bidamg misalnya bidang pendidikan , ekonomi,
social, budaya, bahkan hampir
semua aspek kehidupan didunia ini sangat dipengaruhi oleh adanya perkembangan
IPTEK. Manusia mendapatkan kemudahan dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari
dan orang memanfaatkan alat komunikasi langsung jarak jauh seperti
HP(handphone) dan internet untuk berhubungan dengan orang lain yang jaraknya
berjauhan.
Kita
dapat bedakan pada tahun 80-an orang yang sudah mempunyai telepon rumah saja
sudah terlihat WAH, coba sekarang telepon rumah sudah tidak zaman lagi
dan beralih ke handpone. Sekarang dimana-mana orang sudah mempunyai hp. Anak
muda zaman
sekarang tidak mau kalah saing dengan teman-temannya untuk mendapatkan hp dan
gadget-gadget lainnya seperti laptop dan tab yang lebih bagus dan canggih dari
teman-temannya. Sehingga dengan begitu dia tidak memikirkan ekonomi keluarganya.
Hp yang dulunya Cuma untuk media komunikasi yang bisa dibawa kemana-mana,
karena dengan perkembangan zaman hp didesain sebagus dan secanggih mungkin,
seperti bisa untuk berfoto-foto dengan hasil yang bagus dan dimasukan
aplikasi-aplikasi seperti FB, twitter, wechat,line, dan game-game yang dulunya
ada dikomputerpun bisa dimainkan lewat hp atau tab. Begitu jugapun laptop
didesain seperti computer sehingga laptop bisa dibawa atau dijinjing
kemana-mana.
Pada
zaman sekarang anak kecilpun sudah diberikan hp oleh orangtuanya dan hp yang
diberikan tidak sekedar hp biasa (hp yang digunakan hanya untuk sms dan telpon
biasa) hp yang diberikan hampir sama dengan orang dewasa lainnya yang bisa
mengakses jaringan internet, bahkan tidak hanya hp yang diberikan oleh orang
tuanya gadget-gadget lainnya seperti laptop atau tab sudah dimiliki oleh anak
kecil zaman sekarang. mungkin orang tuanya tidak memikirkan dampak-dampak bagi
anaknya. Ada 2 macam dampak perkembangan IPTEK yaitu :
Dampak Positif :
1. Mudah
mendapatkan informasi
2. Bisa
mendapatkan teman baru atau dapat berkomunikasi dengan teman lama lewat
FB,twitter dll.
3. Bisa
berjualan via online
Dampak
Negatif :
1. Malas
membaca buku.
2. Tidak
tahu waktu karena keasikan bermain game online, chatting di FB, Twitter.
3. Mengikuti
gaya hidup luar negeri seperti cara berpakaian.
4. Menyalahgunakan
media ionternet untuk melihat situs-situs porno
5. Memanfaatkan
situs FB sebagai media penculikan dengan modus perkenalan.
Sebagai
seorang psikolog kita alangkah baiknya memberitahu karena diera globalisasi
yang teknologinya semakin canggih ini kita sebagai pengguna teknologi harus
lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan tidak terpengaruh oleh hal-hal
negative, dan kita harus memberitahukan kepada orang tua untuk bisa menjaga
anaknya dan tidak terlalu memanjakan anaknya dengan memberikan gadget-gadget
yang berlebihan kepada anaknya. Usahakan orangtua menyuruh anaknya untuk
membaca buku terlebih dahulu dibandingkan searching diinternet. Jangan
membiarkan anaknya membuka internet diluar pengawasan orangtuanya supaya tidak
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sabtu, 09 Maret 2013
Bagaimana manusia
selalu berusaha memuaskan keingintahuannya ?
Manusia memuaskan keingin tahuannya dengan cara bertanya.
Manusia bertanya karena mereka ingin tahu apa yang terjadi disekitar atau
disekelilingnya yang mereka anggap asing. Misalnya : mengapa itu bisa terjadi ?
apa yang menyebabkan itu bisa terjadi ?. manusia bertanya karena mereka
memiliki akal budi (rasio) yang mendorong mereka untuk bertanya terus-menerus
tentang apa saja yang mereka belum tahu disekitarnya atau disekelilingnya.
Apalagi anak kecil
dia selalu bertanya terus-menerus tentang apa yang dia lihat. Maka dari itu
kita yang lebih dewasa harus membimbing atau mengasih tahu apa yang dia
tanyakan supaya dia merasa puas dan banyak wawasan yang didapat dari
pertanyaan-pertanyaan yang dia kemukakan.
Bertanya
itu bisa kepada siapa saja, bisa kepada yang lebih tua atau yang seumuran
dengan kita, maksudnya orang yang lebih tua itu seperti orang tua, kakak,
ibu/bapak guru, dosen, dan yang seumuran itu seperti teman yang sebaya (seumuran)
dengan kita.
Kalau
apa yang kita tanyakan tidak dapat dijawab maka kita berusaha sendiri dengan
cara mengamati atau menyelidiki sampai kita menjadi tahu. Misalnya kita ingin
tahu : mengapa tiba-tiba teman dekat kita menjadi berubah jadi sering melamun,
sedih ? apa dia lagi ada masalah sama keluarganya? Atau apa . Dari situ kita
akan menyelidiki dia apa penyebabnya dia menjadi berubah sering melamun . Jika
kita sudah tahu apa penyebabnya diasering melamun kita merasa puas dan bisa
lebih menengkan atau menghiburdia supaya tidak sedih dan melalum lagi.
Kita
jangan malu-malu atau gengsi untuk
bertanya karena dengan bertanya kita menjadi banyak mendapatkan pengetahuan
atau informasi yang terbaru. Kalau kita tidak bertanya timbullah rasa penasaran
dan kita menjadi tidak tahu apa-apa tentang disekeliling kita, seperti pepatah
mengatakan “malu bertanya sesat dijalan”. Karena dengan kita tidak bertanya
tentang apa yang kita tidak tahu kita merasa rugi karena tidak banyak
mendapatkan pengetahuan.
Kita juga tidak akan dimarahi kalau bertanya
terus-menerus karena dengan bertanya si penjawab merefresh lagi ingatannya dan
orang yang ditanya jika tahu jawabannya jangan pura-pura tidak tahu, kita
seharusnya ngasih tahu atau membagi informasi apa yang kita tahu dan kita dapat
terlebih dahulu dari orang lain. jamgan pelit-pelit akan pengetahuan dan
informasi karena tugas kita didunia itu saling melengkapi satu sama lain, dari
yang tidak tahu menjadi tahu karena dia bertanya .
Sabtu, 26 Januari 2013
Saya akan memaparkan
pelajaran Ilmu Budaya Dasar pada tanggal 26 Januari 2013 tentang “Manusia dan Tanggung Jawab”
Tanggung jawab merupakan suatu kewajiban bagi setiap individu yang ada di
muka bumi ini. Kewajiban tersebut tidak hanya kepada diri sendiri melainkan
juga kepada setiap individu atau suatu element tertentu yang ada disekitar
kita. Dimana dalam kehidupannya di bebani tanggung jawab, mempunyai hak dan
kewajiban, dituntut pengabdian dan pengorbanan. Tanggung jawab itu sendiri
merupakan sifat yang mendasar yang terdapat di dalam diri manusia. Oleh
karenanya setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila
kepribadian orang tersebut semakin meningkat
Tanggung jawab yaitu beban psikis
(kejiwaan) yang melandasi pelaksanaan kewajiban (atau dalam melakukan
kewajiban) dari tugas tertentu. Kesanggupan seseorang terhadap suatu tugas
wajib disebut kewajiban, akan berakibat suatu celaan atau menerima akibat
tertentu jika tidak dilaksanakan. Apabila meninggalkan tugas wajib dapat
diartikan melupakan kewajiban atau tak bertanggung jawab. Tanggung
jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang
disengaja maupun yang tidak disengaja.
Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan
kewajibannya.
Macam-macam Tanggung Jawab yaitu :
1. Tanggung Jawab terhadap Diri Sendiri
: yakni menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri
dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa
memecahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri.
2. Tanggung
Jawab terhadap Keluarga : Keluarga Merupakan masyarakat kecil. setiap anggota
Keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut
nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan,
keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
3. Tanggung
Jawab terhadap Masyarakat : Pada hakekatnya Manusia tidak bisa hidup tanpa
bantuan Manusia lain. dengan demikian manusia merupakan anggota Masyarakat yang
tentunya mempunyai rasa Tanggung Jawab agar dapat melangsungkan hidupnya dalam
Masyarakat tersebut.
4. Tanggung
Jawab kepada Bangsa / Negara : Bahwa setiap manusia, tiap individu adalah warga
negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku
manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara.
Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah,
maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
5. Tanggung
Jawab terhadap Tuhan : Tuhan Menciptakan manusia di Bumi ini bukanlah tanpa
Tanggung Jawab, melainkan untuk mengisi kehidupan manusia agar bertanggung
Jawab langsung terhadap Tuhan.
Pengabdian adalah perbuatan baik
yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan,
cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan
ikhlas. Pengabdian
juga berarti berbuat sesuatu terhadap orang lain tanpa meminta imbalan atas
jasanya tersebut. Pengabdian biasanya murni
datang dari hati nurani bukan dari paksaan ataupun perintah seseorang.
Pengorbanan adalah pemberian yang di dasarkan atas moral
yang tulus dan ikhlas. Pengorbanan di serahkan secara ikhlas tanpa pamrih
apapun. Biasanya dalam bentuk pemberian sesuatu terhadap orang lain.
Hal
positif yang harus diterapkan :
1. Jika kita melakukan kesalahan kita
harus bertanggung jawab atas kesalahan itu
2. Kita harus memenuhi kewajiban dalam
mengembangkan kepribadian sebagai manusia.
3. Jika kita berkorban kita harus
memberinya secara ikhlas
4. Menjaga nama baik keluarga dan
menghormati orang tua
Hal negative yang harus ditinggalkan
1. Jangan pernah lari dari tanggung
jawab
2. Jangan mengharapkan imbalan jika
kita memberi.
Saya akan memaparkan
pelajaran Ilmu Budaya Dasar pada tanggal 26 Januari 2013 tentang “Manusia dan Kegelisahan”
Manusia terkadang pernah mengalami beberapa permasalahan
yang dapat membuat seseorang mengalami kegelisahan. Kegelisahan berasal dari
kata gelisah yang berartikan tidak tentram hatinya atau cemas.
Kegelisahan dapat diketahui melalui gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang
dalam situasi tertentu. kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang
tidak tenteram hati maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam
tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Banyak yang menilai kegelisahan ada macam-macam
diantaranya adalah kegelisahan negatif dan positif yang di artikan sebagai
berikut :
1.
Kegelisahan Negatif : kegelisahan yang
berlebih-lebihan, atau yang melewati batas, yaitu kegelisahan yang berhenti
pada titik merasakan kelemahan, di mana orang yang mengalaminya sama sekali
tidak bisa melakukan perubahan positif atau langkah-langkah konkret untuk
berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan,
2.
Kegelisahan Positif : Dasar kehidupan atau
sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan banyak
permasalahan, atau sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan kewaspadaan
terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tiba-tiba dan tak
terduga.
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan orang-orang
menjadi
gelisah. Diantaranya :
1. Panik
Panik adalah sebuah perasaan dari ketakutan dan
kecemasan. Panik merupakan ketakutan dan kecemasan yang terjadi secara mendadak
dari sebuah peristiwa yang terjadi.
2. Kesulitan ekonomi
Kesulitan ekonomi merupakan kesulitan yang dialami ketika
seseorang merasakan kondisi sulit dalam kehidupan ekonomi.
3. Persiapan yang tidak matang
Segala sesuatu
kegiatan yang dilakukan, harus dengan persiapan yang matang. Apabila kita akan
melakukan sesuatu tetapi belum ada persiapan yang matang, maka
dapat terjadi kegelisahan
Ada beberapa usaha – usaha yang perlu kita ketahui untuk mengatasi
kegelisahan, diantaranya :
1. Bersikap tenang
Tenang merupakan sikap mengontrol perasaan menjadi
rileks
2.
Intropeksi diri
Pada saat
gelisah, intropeksi diri sangat diperlukan untuk membantu menghilangkanperasaan
gelisah.
3.Berserah
diri kepada Tuhan
Kegelisahan terkadang
membuat diri seseorang lupa akan ada nya Tuhan
yang selalu siap membantu
4.Bercerita
kepada seseorang
Apabila sedang mengalami
kegelisahan, alangkah baik nya apabila seseorang dapat menceritakan
permasalahan yangmembuatnya gelisah.
Terasing
berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain atau terpencil.
Jadi kata keterasingan berarti hal – hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari
pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Terasing atau keterasingan
adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pernah mengalami hidup
dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama
lain.
Kesepian berasal dari kata sepi yang
berarti sunyi atau lenggang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau
lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena
kesepian bagian hidup manusia. Lama rasa sepi itu bergantung kepada mental
orang dan kasus penyebabnya. Kesepian itu akibat dari keterasingan.
Keterasingan dapat disebabkan sikap buruk seperti sombong, angkuh, keras
kepala, yang membuat manusia diasingkan oleh kehidupan sosialnya.
Ketidakpastian berasal dari kata
tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tanpa arah yang
jelas atau tanpa usul-usul yang jelas.
Hal
positif yang harus diterapkan :
1. Jika
kita sedang mengalami kegelisahan kita bercerita kepada teman dekat atau orang
tua.
2. Selalu
bersikap baik supaya tidak diasingkan sama orang lain
3. Intropeksi
diri kalau kita mempunyai masalah.
Hal negative yang harus
ditinggalkan :
1. Jangan
melampiaskan kemarahan kita kepada orang yang tidak tahu apa-apa
2. Jangan
bersikap angkuh, sombong atau keras kepala.
3. Berserah
diri kepada Tuhan kalau kita sedang mengalami masalah (berdoa)
Saya akan memaparkan
pelajaran Ilmu Budaya Dasar pada tanggal 26 Januari 2013 tentang “Manusia dan Harapan”
Setiap
manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati
dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya
berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan,
pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Menurut kodratnya
manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langusung disambut
dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota
masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan hidup.
Ditengah – tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik
fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yabg mendorong orang
hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan
hidup. Dorongan kodrat.
Kodrat ialah sifat,
keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam din manusia sejak
manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir,
berjalan, bcrkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai
kemampuan untuk itu semua. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai
keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya.
Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan. Kebutuhan hidup itu pada
garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.
Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan,
dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan. Untuk memenuhi semua
kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan,
kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisilc/jasmaniah maupun
kemampuan berpikirnya. Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan
hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah
keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dua hal yang mendorong
manusia bergaul dengan manusia lain yaitu:
1. Dorongan kodrat
Kodrat adalah sifat, keadaan, atau
pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak
manusia itu diciptakan Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia
mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa,
dan sebagainya.
2. Dorongan kebutuhan hidup
Kebutuhan hidup secara
garis besar dapat dibedakan menjadi kebutuhan jasmani dan kebutuhan
rohani. Kebutuhan jasmani misalnya makan dan minum. Kebutuhan rohani
misalnya ketenangan. Dengan adanya dorongan kodrat dan
dorongan kebutuhan hidup maka manusia mempunyai harapan. Pada hakikatnya
harapan adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kepercayaan
berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.
Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan
akan kebenaran
Dasar kepercayaan ialah kebenaran, sumber kebenaran
adalah manusia, oleh karena itu kepercayaan terdiri atas :
- Kepercayaan pada diri sendiri, yaitu kepercayaan yang harus kita tanamkan pada setiap pribadi manusia. Hakekatnya kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Kepercayaan kepada orang lain, yaitu percaya pada kata hatinya yang berbentuk perbuatan kebenaran kepada orang lain. Misalnya, pada orang tua, saudara, teman, dan siapa saja.
- Kepercayaan kepada pemerintah.
- Kepercayaan pada Tuhan, yaitu meyakini bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan dan manusia harus bertakwa pada Tuhan-nya. Salah satu cara bertakwa adalah mengukuhkan imannya bahwa Tuhan merupakan zat yang merupakan kebenaran mutlak.
Hal positif yang harus di terapkan :
1.
Jika kita ingin dipercaya oleh orang
lain kita harus percaya terhadap orang lain juga.
2.
jika kita menginginkan sesuatu kita
harus mempunyai harapan terlebih dahulu.
3. Jika kita sudah di beri kepercayaan
terhadap orang lain, kita gunakan kepercayaan itu dengan maksimal ,
Hal negative yang harus ditinggalkan
:
1.
Jangan menghancurkan kepercayaan
yang sudah diberikan seseorang kepada kita.
2.
Jangan putus asa kalau harapan yang
kita inginkan belum tercapai.
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)



