Jumat, 21 Maret 2014

PENGANTAR
A.    ORIENTASI KESEHATAN MENTAL
a.       Orientasi Klasik
Orientasi klasik yang umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental. Orang yang sehat adalah orang yang tidak mempunyai keluhan tentang keadaan fisik dan mentalnya. Sehat fisik artinya tidak ada keluhan fisik. Sedang sehat mental artinya tidak ada keluhan mental. Dalam ranah psikologi, pengertian sehat seperti ini banyak menimbulkan masalah ketika kita berurusan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang gejalanya adalah kehilangan kontak dengan realitas. Orang-orang seperti itu tidak merasa ada keluhan dengan dirinya meski hilang kesadaran dan tak mampu mengurus dirinya secara layak. Pengertian sehat mental dari orientasi klasik kurang memadai untuk digunakan dalam konteks psikologi. Mengatasi kekurangan itu dikembangkan pengertian baru dari kata ‘sehat’. Sehat atau tidaknya seseorang secara mental belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat digolongkan sehat mental. Sebaliknya orang yang tidak dapat menyesuaikan diri digolongkan sebagai tidak sehat mental.
b.      Orientasi Penyesuaian Diri
Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup. Oleh karena kaitannya dengan standar norma lingkungan terutama norma sosial dan budaya, kita tidak dapat menentukan sehat atau tidaknya mental seseorang dari kondisi kejiwaannya semata. Ukuran sehat mental didasarkan juga pada hubungan antara individu dengan lingkungannya. Seseorang yang dalam masyarakat tertentu digolongkan tidak sehat atau sakit mental bisa jadi dianggap sangat sehat mental dalam masyarakat lain. Artinya batasan sehat atau sakit mental bukan sesuatu yang absolut. Berkaitan dengan relativitas batasan sehat mental, ada gejala lain yang juga perlu dipertimbangkan. Kita sering melihat seseorang yang menampilkan perilaku yang diterima oleh lingkungan pada satu waktu dan menampilkan perilaku yang bertentangan dengan norma lingkungan di waktu lain. Misalnya ia melakukan agresi yang berakibat kerugian fisik pada orang lain pada saat suasana hatinya tidak enak tetapi sangat dermawan pada saat suasana hatinya sedang enak. Dapat dikatakan bahwa orang itu sehat mental pada waktu tertentu dan tidak sehat mental pada waktu lain.
Sehat atau tidak sehat mental berada dalam satu garis dengan derajat yang berbeda. Artinya kita hanya dapat menentukan derajat sehat atau tidaknya seseorang.. Berdasarkan orientasi penyesuaian diri, kesehatan mental perlu dipahami sebagai kondisi kepribadian seseorang secara keseluruhan. Penentuan derajat kesehatan mental seseorang bukan hanya berdasarkan jiwanya tetapi juga berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan seseorang dalam lingkungannya.
c.       Orientasi Pengembangan Potensi
Seseorang dikatakan mencapai taraf kesehatan jiwa, bila ia mendapat  kesempatan untuk mengembangkan potensialitasnya menuju kedewasaan, ia bisa dihargai oleh orang lain dan dirinya sendiri. Dalam psiko-terapi (Perawatan Jiwa) ternyata yang menjadi pengendali utama dalam setiap tindakan dan perbuatan seseorang bukanlah akal pikiran semata-mata, akan tetapi yang lebih penting dan kadang-kadang sangat menentukan adalah perasaan. Telah terbukti bahwa tidak selamanya perasaan tunduk kepada pikiran, bahkan sering terjadi sebaliknya, pikiran tunduk kepada perasaan. Dapat dikatakan bahwa keharmonisan antara pikiran dan perasaanlah yang membuat tindakan seseorang tampak matang dan wajar.
Sehingga dapat dikatakan bahwa tujuan Hygiene mental atau kesehatan mental adalah mencegah timbulnya gangguan mental dan gangguan emosi, mengurangi atau menyembuhkan penyakit jiwa serta memajukan jiwa. Menjaga hubungan sosial akan dapat mewujudkan tercapainya tujuan masyarakat membawa kepada tercapainya tujuan-tujuan perseorangan sekaligus. Kita tidak dapat menganggap bahwa kesehatan mental hanya
sekedar usaha untuk mencapai kebahagiaan masyarakat, karena kebahagiaan masyarakat itu tidak akan menimbulkan kebahagiaan dan kemampuan individu secara otomatis, kecuali jika kita masukkan dalam pertimbangan kita, kurang bahagia dan kurang menyentuh aspek individu, dengan sendirinya akan mengurangi kebahagiaan dan kemampuan sosial.


B.    KONSEP SEHAT


Pengertian Kesehatan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1948 mengatakan bahwasanya pengertian kesehatan yaitu untuk satu situasi fisik, mental, serta sosial kesejahteraan serta tidak cuma ketiadaan penyakit atau kekurangan Pada tahun. 1986 WHO, dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, menyampaikan bahwasanya pengertian kesehatan yaitu “sumber daya untuk kehidupan keseharian, bukan hanya maksud hidup Kesehatan yaitu rencana positif mengutamakan sumber daya sosial serta pribadi, dan kekuatan fisik.

Paradigma sehat adalah cara pandang atau pola fikir pembangunan kesehatan yang bersifat balistik, proaktif, antisipatif, dengan melihat masalah kesehatan sebagai masalah yang dipengaruhi banyak faktor secara dinamis dan lintas sektoral, dalam suatu wilayah yang berorientasikepada peningkatan pemeliharaan dan perlindungan terhadap penduduk agar tetap sehat dan bukan hanya penyembuhan penduduk yang sakit. Untuk itu diterapkan konsep hidup sehat H.L. Blum, yakni serajat kesehatan masyarakat yang dipengaruhi faktor lingkungan, gaya hidup, pelayanan kesehatan dan faktor genetik. Dengan tujuan mencapai derajat sehat yang optimal, sehingga perlu adanya suatu indikator untuk menilai derajat kesehatan masyarakat, yang tealh dirumuskan dalam keputusan menteri kesehatan Nomor 1202/MENKES/SK/VIII/2003.


Kesehatan adalah kondisi dinamik keadaan kesempurnaan jasmani, mental dan sosial dan bukan semata-mata bebas dari rasa sakit cedera, dan kelemahan saja, yang memungkinkan setiap orang mampu mencapai derajat kesehatan yang optimal secara sosial dan ekonomi (UU RI,1992)


Empat komponen sehat positif atau dikatakan sebagai “Positive Health” yaitu :

1.        Sehat Jasmani
Sehat jasmani adalah komponen utama dalam makna sehat sepenuhnya, berbentuk sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bercahaya, rambut tersisir rapi, kenakan pakaian rapi, berotot, tak gemuk, nafas tak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit serta semua manfaat fisiologi badan jalan normal.

2.    Sehat Mental

Sehat Mental serta sehat jasmani senantiasa dikaitkan keduanya dalam pepatah kuno Men Sana In Corpore Sano yang berarti Jiwa yang sehat ada didalam badan yang sehat. Atribut seseorang insan yang mempunyai mental yang sehat yaitu seperti berikut :
·         Senantiasa merasa senang dengan apa yang ada pada dianya, tak sempat menyesal serta kasihan pada dirinya sendiri, senantiasa senang, enjoy serta mengasyikkan dan tak ada sinyal tanda konflik kejiwaan.
·         Bisa bergaul dengan baik serta bisa terima kritik dan tak gampang tersinggung serta geram, senantiasa pengertian serta toleransi pada keperluan emosi orang lain.
·         Bisa mengontrol diri serta tak gampang emosi dan tak gampang takut, cemburu, tidak suka dan hadapi serta bisa merampungkan persoalan dengan cara cerdik serta bijaksana.

3.    Kesejahteraan Sosial

Batasan kesejahteraan sosial yang ada di tiap-tiap area atau negara susah diukur serta benar-benar bergantung pada kultur, kebudayaan serta tingkat kemakmuran penduduk setempat. Dalam makna yang lebih hakiki, kesejahteraan sosial yaitu situasi kehidupan berbentuk perasaan aman damai serta sejahtera, cukup pangan, sandang serta papan. Dalam kehidupan penduduk yang sejahtera, penduduk hidup teratur serta senantiasa menghormati kebutuhan orang lain dan penduduk umum

4. Sehat Spiritual

Spiritual adalah komponen penambahan pada pengertian sehat oleh WHO serta mempunyai makna utama dalam kehidupan keseharian penduduk. Tiap-tiap individu butuh memperoleh pendidikan resmi ataupun informal, peluang untuk liburan, mendengar alunan lagu serta musik, siraman rohani seperti ceramah agama serta yang lain supaya berlangsung keseimbangan jiwa yang dinamis serta tak monoton
.


C.     Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental
Kesehatan mental merupakan aspek yang sangat penting bagi setiap fase kehidupan manusia. Kesehatan mental terkadang mengalami siklus baik dan buruk. Setiap orang, dalam hidupnya mengalami kedua sisitersebut. Kadang mentalnya sehat, terkadang sebaliknya. Pada saat mengalami masalah kesehatan mental, seseorang membutuhkan pertolongan orang lain untuk mengatasi masalah yang dihadapinya. Kesalahan mental dapat memberikan dampak terhadap kehidupan sehari-hari atau masa depan seseorang, termasuk anak-anak dan remaja. Merawat dan melindungi keshatan mental anak-anak merupakan aspek yang sangat penting, yang dapat membantu perkembangan anak yang lebih baik dimasa depan.
Problem kesehatan mental sebenarnya sudah ada sejak manusia sendiri itu ada. Sejak dulu manusia tidak hanya mengalami sakit jasmani tetapi juga merasakan kesedihan,tertekan dan putus asa. Dan tentu saja orang juga berusaha untuk menyembuhkan sakit non-jasmaniahnya baik dengan cara yang rasional misalnya dengan minta nasehat pada orang tua, orang yang dituakan atau dianggap bijak dan dengan cara yang irasional dengan pergi ke dukun atau melakukan penyembahan pada benda-benda yang dianggap keramat. Perkembangan kebudayaan, tekhnologi dan ilmu pengetahuan mempengaruhi cara-cara orang untuk mengatasi problem non jasmaniah yang semakin lama tumbuh menjadi ilmu pengetahuan sendiri.
Seperti disiplin ilmu-ilmu yang telah ada,”Kesehatan Mental” berawal dari fenomena atau realita yang terjadi pada diri manusia sejak zaman pra Ilmiah. Menurut Marx Webeer, manusia memasuki zaman atau era sejarah ketika mentalitas dari individu-individu itu sendiri telah tertata dengan rapi dan didukung dari segala aspek lingkungan yang memungkinkan. Oleh karena itu,manusia dapat menghasilkan kebudayaan untuk pertama kalinya sebagaipenanda adanya era baru (sejarah).Hal itu berarti tanpa kesehatan mental yang tertata dengan rapi, maka tidak akan ada kebudayaan yang lahir. Tanpa kebudayaan tersebut,maka manusiapun tidak akan pernah memasuki era ini. Kesehatan mental adalah kunci dari mobilitas personal dan sosial manusia. Ada dua perkembangan kesehatan mental yaitu perkembangan kesehatan mental pra ilmiah dan perkembangan kesehatan mental era modern.

A. PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL PRA ILMIAH
1. Masa Animisme
Sejak zaman dulu, sikap terhadap gangguan kepribadian atau mental telah muncul dalam konsep primitif animisme. Ada kepercayaan bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh ataudewa-dewa. Orang primitif percaya bahwa angin bertiup, ombak mengalun, batu berguling, dan pohon tumbuh karena pengaruh roh yang tinggal dalam benda-benda tersebut.
Orang Yunani percaya bahwa gangguan mental terjadi karena dewa marah dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dari korban3 yang mereka persembahkan.
Praktik-praktik semacam tersebut berlangsung mulai dari abad7-5 SM. Setelah kemunculan naturalisme, maka praktik semacam itupun kian berkurang, walaupun kepercayaan tentang penyakit mental tersebut berasal dari roh-roh jahat tetap bertahansampaiabadpertengahan.
2. KemunculanNaturalisme
Perubahan sikap terhadap tradisi animisme terjadi pada zaman Hipocrates (460-467). Dia dan pengikutnya mengembangkan pandangan revolusioner dalam pengobatan,yaitu dengan menggunakan pendekatan”Naturalisme”.Aliran ini berpendapat bahwa gangguan mental atau fisik merupakan akibat dari alam. Hipocrates menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit.Dia menyatakan:”Jika Anda memotong batok kepala, maka Anda akan menemukan otak yang basah, dan memicum bau yang amis, tetapi Anda tidak akan melihat roh,dewa atau hantu yang melukai badanAnda.”
Ide naturalistik ini kemudian dikembangkan oleh Galen, seorang tabib dalam lapangan pekerjaan pemeriksaan atau pembedahan hewan.
Dalam perkembangan selanjutnya, pendekatan naturalistik ini tidak dipergunakan lagi dikalangan orang-orang Kristen. Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filasafat politik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia telah terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, para pasiennya (yang maniak) dirantai, diikat di tembok dan di tempat tidur. Para pasien yang telah dirantai selama 20 tahun atau lebih karena dipandang sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, di antara mereka banyak yang berhasil. Mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinyas endiri.
B. PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL ERA MODERN
Perubahan yang sangat berarti dalam sikap dan pengobatan gangguan mental, yaitu dari animisme (irrasional) dan tradisional ke sikap dan cara yang rasional (ilmiah), terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika Serikat, yaitu pada tahun 1783. Ketika itu, Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staff medis di rumah sakit Pensylvania. Dirumah sakit ini, ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang-orang gila atau saki tingatan).
Pada waktu itu, sedikit sekali pengetahuan tentang penyakit kegilaan tersebut, dan kurang mengetahui cara menyembuhkannya. Sebagai akibatnya, pasien-pasien tersebut didukung dalam sel yang kurang sekali alat ventilasinya, dan mereka sekali-sekali diguyur dengan air.
Rush melakukan usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut. Cara yang ditempuhnya adalah dengan melalui penulisan artikel-artikel dalam koran, ceramah, dan pertemuan-pertemuanlainnya. Akhirnya, setelah usaha itu dilakukan (selama 13tahun), yaitu pada tahun 1796, di rumah mental, ruangan ini dibedakan untuk pasien wanita dan pria. Secara berkesenimbungan, Rush mengadakan pengobatan kepada para pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi,dan mencari kesenangan.
Perkembangan psikologi abnormal dan pskiatri ini memberikan pengaruh kepada lahirnya ”mental hygiene” yang berkembang menjadi suatu”Body of Knowledge”beserta gerakan-gerakan yang terorganisir.
Perkembangan kesehatan mental dipengaruhi oleh gagasan, pemikiran dan inspirasi para ahli, terutama dari dua tokoh perintis, yaitu Dorothea Lynde Dix dan Clifford Whittingham Beers. Kedua orang ini banyak mendedikasikan hidupnya dalam bidang pencegahan gangguan mental dan pertolongan bagi orang-orang miskin dan lemah. Dorthea Lynde Dix lahir pada tahun 1802 dan meninggal dunia tanggal 17 Juli 1887. Dia adalah seorang guru sekolah di Massachussets, yang menaruh perhatian terhadap orang-orang yang mengalami gangguan mental. Sebagian perintis (pioneer), selama 40 tahun, dia berjuang untuk memberikan pengorbanan terhadap orang-orang gila secara lebih manusiawi.
Usahanya, mula-mula diarahkan pada para pasien mental di rumah sakit. Kemudian diperluas kepada para penderita gangguan mental yang dikurung di rumah-rumah penjara. Pekerjaan Dix ini merupakan faktor penting dalam membangun kesadaran masyarakat umum untuk memperhatikan kebutuhan para penderita gangguan mental. Berkat usahanya yang tak kenal lelah, diAmerika Serikat didirikan 32 rumah sakit jiwa. Dia  layak mendapa tpujian sebagai salah seorang wanita besar di abad  ke-19.
Pada tahun 1909, gerakan kesehatan mental secara formal mulai muncul. Selama dekade 1900-1909, beberapa organisasi kesehatan mental telah didirikan, seperti American Social Hygiene Associatin (ASHA), dan American Federation for Sex Hygiene.
Perkembangan gerakan-gerakan di bidang kesehatanmental initidak lepas dari jasa Clifford Whittingham Beers (1876- 1943). Bahkan, karena jasa-jasanya itulah, dia dinobatkan sebagai ”The Founder Of The Mental Hygiene Movement”. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangatmanusiawi.
Dedikasi Beers yang begitu kuat dalam kesehatan mental dipengaruhi oleh pengalamannya sebagai pasien di beberapa rumah sakit jiwa yang berbeda. Selama di rumah sakit, dia mendapatkan pelayanan atau pengobatan yang keras dan kasar (kurang manusiawi). Kondisi seperti ini terjadi karena pada masa itu belum ada perhatian terhadap masalah gangguan mental,apalagipengobatannya.
Setelah dua tahun mendapatkan perawatan di rumah sakit, dia mulai memperbaiki dirinya. Selama tahun terakhirnya sebagai pasien, diamulai mengembangkan gagasan untuk membuat gerakan untuk melindungi orang-orang  yangmengalami gangguan mental atau orang gila (insane). Setelah dia kembali dalam kehidupan yang normal (sembuh dari penyakitnya), pada tahun 1908, dia menindak lanjuti gagasannya dengan mempublikasikan tulisan auto biografinya yang berjudul A Mind That Found It Self. Kehadiran buku ini disambut baik oleh Willian James,sebagai seorang pakar psikologi. Dalam buku ini,dia memberikan koreksi terhadap program pelayanan, perlakuan atau ”treatment” yang diberikan kepada para pasien di rumah sakit yang  dipandangnya kurang manusiawi. Disamping itu, dia merupakan reformator terhadap lembaga yang memberikan perawatan gangguan mental.
Beers meyakini bahwa penyakit atau gangguan mental dapat dicegah atau disembuhkan. Dia merancang suatu program yang bersifat nasional,yang tujuannya adalah:
1.    Mereformasi program perawatan dan pengobatan terhadap pengidap penyakit jiwa;
2.    Melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat agar mereka memiliki pemahaman dan sikap yang positif terhadap para pasien yang mengidap gangguan atau penyakit jiwa;
3.    Mendorong dilakukannya berbagai penelitian tentang kasus-kasus dan obat gangguan mental; dan
4.    Mengembangkan praktik-praktik untuk mencegah gangguan mental.
Program Beers ini ternyata mendapat respon positif dari kalangan masyarakat, terutama kalangan para ahli seperti William James dan seorang psikiatris ternama, Adolf Mayer. Begitu tertariknya terhadap gagasan Beers, Adolf Mayer menyarankan untuk menamai gerakan itu dengan nama ”Mental Hygiene”. Dengan demikian, yang mempopulerkan istilah ”Mental Hygiene”adalah Mayer.
Belum lama setelah buku itu diterbitkan pada tahun 1908, sebuah organisasi pertama didirikan, bernama ”Connectievt Society For Mental Hygiene”. Satu tahun kemudian, didirikanlah ”National Commite Society For Mental Hygiene”,dan Beers diangkat menjadi sekretarisnya. Organisasi ini bertujuan:
1.    Melindungi kesehatan mental masyarakat;
2.    Menyusun standard perawatan para pengidap gangguan mental;
3.    Meningkatkan studi tentang gangguan mental dalam segala bentuknya dan berbagi aspek yang terkait dengannya;
4.    Menyebarkan pengetahuan tentang kasus gangguan mental, pencegahan dan penobatannya; dan
5.    Mengkoordinasikan lembaga-lembaga perawatanyang ada.
Terkait dengan perkembangan gerakan kesehatan mental ini, Deutsch mengemukakan bahwa pada masanya danpasca Perang Dunia I, gerakan kesehatan mental ini mengkonsentarsikan programnya untuk membantu mereka yang mengalami masalah serius. Setelah perang usai, gerakan kesehatan mental semakin berkembang dan cakupan garapannya meliputiberbagai bidang kegiatan, seperti pendidikan, kesehatan masyarakat, pengobatan umum, industri, kriminologi, dan kerja sosial.
Secara hukum, gerakan kesehatan mental ini mendapatkan pengukuhannya pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani ”The National Mental Helath Act. Beberapa tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut meliputi:
1.    Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian, inevestigasi, eksperimen penanganan kasus-kasus, diagnosis dan pengobatan;
2.    Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya;
3.    Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental; dan
4.    Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan obat terhadap para pengidap gangguan mental.
Pada tahun 1950, organisasi kesehatan mental terus bertambah, yaitu dengan berdirinya ”National Association For Mental Health” yang bekerjasama dengan tiga organisasi swadaya masyarakat lainnya, yaitu ”National Committee For Mental Hygiene”, ”National Mental Health Foundation”,dan”Psychiatric Foundation”.   
Gerakan kesehatan mental ini terus berkembang sehingga pada tahun 1075 diAmerika Serikat terdapat lebih dari seribu tempat perkumpulan kesehatan mental. Dibelahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui ”The World Federation For Mental Health” dan “The World Health Organization”.






TEORI KEPRIBADIAN SEHAT
Menurut Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) “kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya”.Sedangkan sehat adalah suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektual, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.jadi kepribadian sehat adalah organisasi dinamis dalam diri individu yang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal dan eksternal.
Dalam psikologi kepribadian dikenal berbagai macam mazab serta teori-teori tentang kepribadian. Namun ada tiga teori tentang keribadian sehat yaitu Psikoanalisa, Behavioristik, dan Humanistik.

    A.   ALIRAN PSIKOANALISA
Psikolanalisa merupakan salah satu aliran besar dalam dunia psikologi, pencetus awalnya adalah Sigmund Freud, berikut saya akan coba menjabarkan teori psikoanalisa dari Sigmund Freud dan kemudian mengaitkannya dengan kepribadian yang sehat.
Menurut Erikson, perkembangan manusia melewati suatu proses dialektik yang harus dilalui dan hasil dari proses dialektik ini adalah salah satu dari kekuatan dasar manusia yaitu harapan, kemauan, hasrat, kompetensi, cinta, perhatian, kesetiaan dan kebijaksanaan. Perjuangan di antara dua kutub ini meliputi proses di dalam diri individu (psikologis) dan proses di luar diri individu (sosial). Dengan demikian, perkembangan yang terjadi adalah suatu proses adaptasi aktif.
Remaja menurut Erikson, memiliki dua kutub dialektik yaitu Identitas dan Kebingungan . Salah satu dari pencarian individu dalam tahapan ini yaitu pencarian identitas dirinya dengan menjawab satu pertanyaan penting yaitu “Siapa Aku?”. Bila individu berhasil menjawabnya akan menjadi basis bagi perkembangan ke tahap selanjutnya. Namun, apabila gagal, maka akan menimbulkan kebingungan identitas di mana individu tidak berhasil menjawab siapa dirinya yang sebenarnya. Apabila seorang individu tidak berhasil menemukan identitas dirinya, maka ia akan sulit sekali mengembangkan keintiman dengan orang lain terutama dalam hubungan heteroseksual dan pembentukan komitmen seperti yang terdapat dalam pernikahan.
 Sepanjang masa hidupnya, Freud adalah seorang yang produktif. Meskipun ia dianggap sosok yang kontroversial dan banyak tokoh yang berseberangan dengan dirinya, Freud tetap diakui sebagai salah seorang intelektual besar. Pengaruhnya bertahan hingga saat ini, dan tidak hanya pada bidang psikologi, bahkan meluas ke bidang-bidang lain. Karyanya, Studies in Histeria (1875) menandai berdirinya aliran psikoanalisa, berisi ide-ide dan diskusi tentang teknik terapi yang dilakukan oleh Freud.
Freud membagi mind ke dalam consciousness, preconsciousness dan unconsciousness . Dari ketiga aspek kesadaran, unconsciousness adalah yang paling dominan dan paling penting dalam menentukan perilaku manusia (analoginya dengan gunung es). Di dalam unsconscious tersimpan ingatan masa kecil, energi psikis yang besar dan instink. Preconsciousness berperan sebagai jembatan antara conscious dan unconscious, berisi ingatan atau ide yang dapat diakses kapan saja. Consciousness hanyalah bagian kecil dari mind, namun satu-satunya bagian yang memiliki kontak langsung dengan realitas.Freud mengembangkan konsep struktur mind di atas dengan mengembangkan “mind apparatus”, yaitu yang dikenal dengan struktur kepribadian Freud dan menjadi konstruknya yang terpenting, yaitu id , ego, super ego
·         Id
Yaitu aspek biologis adalah struktur paling mendasar dari kepribadian, seluruhnya tidak disadari dan bekerja menurut prinsip kesenangan, tujuannya pemenuhan kepuasan yang segera. Id merupakan dunia batin atau subjektif manusia, dan tidak mempunyai hubungan langsung dengan dunia objektif. Id berisikan hal hal dibawa sejak lahir, termasuk instink. Pedoman dalam berfungsinya id ialah menghindarkan diri dari ketidak enakan dan mengejar keenakan (prinsip kenikmatan / prinsip keenakan)

·         Ego
Yaitu aspek psikologis. Berkembang dari id, struktur kepribadian yang mengontrol kesadaran dan mengambil keputusan atas perilaku manusia. Superego berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik buruk dan moral. Timbul karena kebutuhan organisme untuk berhubungan secara baik dengan dunia kenyataan ( realitat ). Prinsip kenyataan / prinsip realitas ( realitatsprinzip, the realityprinciple ) dan bereaksi dengan proses sekunder ( sekundar vorgang , secomdary process ).

·         Superego
Yaitu aspek sosiologis. Merefleksikan nilai-nilai sosial dan menyadarkan individu atas tuntutan moral. Apabila terjadi pelanggaran nilai, superego menghukum ego dengan menimbulkan rasa salah. Das ueber ich fungsi pokok : menentukan apakah sesuatu benar atau salah, pantas atau tidak, susila atau tidak, dan demikian pribadi dapat bertindak sesuai dengan moral masyarakat.Conscientia : menghukum orang dengan memberikan rasa dosa. Supwer ego adalah menghadiahi orang dengan rasa bangga akan dirinya.
 Kepribadian yang normal (sehat)  yaitu :
1)    Kepribadian yang sehat menurut Freud adalah jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
2)    Hasil dari belajar dalam mengatasi tekanan dan kecemasan.
3)    Kesehatan mental yang baik adalah hasil dari keseimbangan antara kinerja super ego terhadap id dan ego.
     B.  ALIRAN HUMANISTIK
Abraham Maslow dapat dipandang sebagai bapak dari Psikologi Humanistik ini. Gerakan ini merasa tidak puas terhadap Psikologi behavioristik dan Psikoanalisis.

            Menurut Maslow Psikologi harus lebih manusiawi, yaitu lebih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusiaan. Psikologi harus mempelajari kedalaman sifat manusia, selain mempelajari yang Nampak, juga mempelajari erilaku yang tidak Nampak. Mempelajari ketidak sadaran sekaligus mempelajari kesadaran. Introspeksi sebagai suatu metoda penelitian yang telah disingkirikan, harus dikembalikan lagi sebagai metoda penelitian psikologi.

Ada empat ciri psikologi yang berorientasi Humanistik, yaitu:
1.      Memusatkan perhatian pada person mengalami, dan karenanya berfokus pada pengalaman sebagai fenomena primer dalam mempelajari manusia.
2.      Memberi tekanan pada kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti kreativitas, akutalisasi diri, sebagai lawan pandang tentang manusia yang mekanistis dan reduksionistis.
3.      Menyadarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitian yang akan digunakan.
4.      Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertarik pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu. Selain Maslow sebagai tokoh dalam Psikologi Humanistik, juga Carl Rogers, yang terkenal dengan    client-centered            therapy.

Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.
Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli-ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.
Gambaran ahli psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.

Selanjutnya konsep yang menjadikan teori aliran psikologi humanistik tiada duanya adalah konsep dari tokoh aliran ini yaitu Abraham Maslow yang menyatakan “studi tentang orang-orang yang mengaktualisasikan dirinya mutlak menjadi fondasi bagi sebuah ilmu psokologis yang lebih semesta( Frank Goble,1993,34 )
Krtik-kritik dari psikologis humanistik menunjukan perbedaaan dan asumsi yang berbeda dengan aliran –aliran lain:
1.      Psikologi humanistik tidak mengagungkan metode statistik dan serba rata-rata tetapi melihat pada yang mungkin dan harus ada.
2.      Psikologi humanistik tidak berlebihan melakukan penelitian eksperimen pada binatang tetapi pada kodrat manusia beserta sifat-sifat manusia yang positif.
Aliran humanistik ini lebih memandang manusia sebagaipribadi yang unik atau kreatif dan dapat mengembangkan dirinya ke yang lebih baik lagi sesuai dengan kemampuannya. dan cenderung punya pandangan yang segar tentang manusia




    C.  PENDAPAT FROMM

       a.     Pengertian dasar dari teori fromm
Fromm adalah seorang teoretikus kepribadian yang handal, beliau sangat dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Karl Marx. Tulisan-tulisan fromm dipengaruhi oleh pengetahuannya yang luas tentang sejarah, sosiologi, kesusasteraan dan filsafat. Tema dasar dari semua tulisan Fromm adalah orang yang merasa kesendirian dan terisolasi karena ia dipisahkan dari alam dan orang-orang lain. Keadaan isolasi ini tidak ditemukan dalam semua spesies binatang hal itu adalah situasi khas manusia. Anak, misalnya, bebas dari ikatan-ikatan primer dengan orang tuanya, tetapi dengan akibat bahwa ia merasa terisolasi dan tak berdaya.
Dalam teorinya tentang irasionalitas manusia, fromm mengembangkan dan memperhalus teorinya sendiri tentang kepribadian dalam suatu seri buku-buku yang sangat populer pada saat itu. Sistemnya menggambarkan kepribadian sebagai suatu yang ditentukan oleh kekuatan-kekuatan sosial yang mempengaruhi individu dalam masa kanak-kanak dan juga oleh kekuatan-kekuatan historis yang telah mempengaruhi perkembangan spesies manusia.
Fromm menulis “kita adalah orang-orang yang harus menjadi sesuai dengan keperluan-keperluan masyarakat di mana kita hidup ”. karena kekuatan sosial dan kultural begitu penting, from percaya bahwa perlu menganalisis struktur masyarakat (masa lampau dan sekarang) dikarenakan memahami struktur anggota-anggota individu dalam masyarakat itu. Jadi, kodrat masyarakat adalah kunci untuk memahami dan mengubah kepribadian manusia. Sebagaimana halnya kebudayaan, maka sama halnya dengan individu. Apakah suatu kepribadian itu sehat atau tidak sehat tergantung pada kebudayaan yang membantu atau menghambat pertumbuhan dan perkembangan manusia yang positif.
Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Karena itu dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus didefinisikan menurut bagaimana baiknya masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya individu-individu menyesuaikan diri dengan masyarakat. Kerena itu kesehatan psikologis tidak begitu banyak merupakan usaha individu jika dibandingkan dengan usaha masyarakat. Faktor kuncinya ialah bagaimana suatu masyarakat memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan manusia.
Suatu masyarakat tidak sehat atau sakit menciptakan permusuhan, kecurigaan, ketidakpercayaan dalam anggota-anggotanya, dan menghalangi pertumbuhan yang terjadi dalam setiap individu. Suatu masyarakat membiarkan anggota-anggotanya mengembangkan cinta satu sama lainnya, menjadi produktif dan kreatif, mempertajam dan memperhalus tenaga pikiran dan objektifitasnya dan mempermudah timbulnya individu-individu yang berfungsi sepenuhnya.
Fromm percaya bahwa kita semua memiliki suatu perjuangan yang melekat pada diri kita untuk kesehatan dan kesejahteraan emosional, suatu kecenderungan bawaan untuk kehidupan yang produktif, untuk keharmonisan dalam cinta. Dengan adanya kesempatan, kecenderungan yang diwariskan ini akan berkembang, yang memberikan individu berkembang untuk menggunakan sepenuhnya potensi yang ada.
Menurut fromm, kita adalah makhluk yang unik dan penyendiri. Sebagai akibat dari evolusi hewan yang sederhana, kita tidak bersatu dengan alam; kita telah mengatasi alam. Tidak seperti tingkah laku binatang, tingkah laku kita tidak terkait pada mekanisme-mekanisme instinktif. Akan tetapi perbedaaan yang sangat penting antara manusia dengan binatang adalah terletak pada kemampuan kita akan kesadaran diri, pikiran, dan khayal.

     b.    Dorongan Kepribadian yang sehat
Sebagai organisme yang hidup dan terus tumbuh, kita didorong untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan fisiologis dasar akan rasa lapar, haus, dan seks yang mebdorong semua organisme. Selain kita fleksibel dalam memuaskan kebutuhan-kebutuhan ini, kebutuhan-kebutuhan tersebut juga tidak berbeda antara diri kita dan binatang-binatang yang lebih rendah dan tidak begitu penting dalam mempengaruhi kepribadian manusia.
Apa yang penting dalam mempengaruhi kepribadian ialah kebutuhan-kebutuhan psikologis yang tidak memiliki oleh hewan-hewan yang lebih rendah atau sederhana. Semua manusia itu sehat dan ada juga yang tidak sehat hal ini di dorong oleh kebutuhan-kebutuhan tersebut; perbedaanya terletak antara cara bagaimana kebutuhan-kebutuhan ini terpuaskan. Orang-orang yang sehat memuaskan kebutuhan-kebutuhan psikologis secara kreatif dan produktif. Orang yang sakit memuaskan kebutuhan-kebutuhan dengan cara irasional.
Fromm mengemukakan lima kebutuhan yang berasal dari dikotomi kebebasan dan keamanan.
       1.       Hubungan
Manusia menyadari hilangnya ikatan utama  dengan alam dan dengan satu sama lainnya. Kita mengetahui bahwa kita masing-masing terpisah sendirian dan tak berdaya. Sebagai akibatnya, kita harus mencari ikatan-ikatan baru dengan orang-orang lain; kita harus menemukan suatu perasaan hubungan dengan mereka untuk menggantikan ikatan-ikatan yang hilang dengan alam. Fromm percaya bahwa pemuasaan kebutuhan untuk berhubungan atau bersatu dengan orang lain ini sangat penting untuk kesehatan psikologis. Tingkah laku yang irasional, bahkan penyakit jiwa, merupakan akibat yang tidak dapat dielakan karena kegagalan dalam memuaskan kebutuhan ini.
Dalam sistem fromm, orang-orang yang tidak dapat mengamati dunia secara objektif, yang dapat mengamatinya hanya menurut proses-proses batin, telah mengundurkan diri kedalam diri mereka dan kehilangan seluruh kontak dengan kenyataan. Inilah definisi tradisional tentang penyakit jiwa
       2.      Trasendensi
Trasendensi berhubungan erat dengan kebutuhan akan hubungan seperti kebutuhan manusia untuk mengatasi atau melebihi peranan-peranan pasif sebagai ciptaan. Karena menyadari kodrat kelahiran dan kematian aksidental dan watak eksistensi yang serampangan, manusia didorong untuk melebihi keadaan tercipta menjadi pencipta, pembentuk yang aktif dari kehidupannya sendiri. Fromm percaya bahwa dalam perbuatan menciptakan (anak-anak, ide-ide, kesenian atau barang material) manusia mengatasi kodrat eksistensi yang pasif dan aksidental, dengan demikian mencapai suatu perasaan akan maksud dan kebebasan.

       3.      Berakar
Hakikat dari kondisi manusia seperti kesepian dan tidak berartihal ini timbul dari pemutusan ikatan-ikatan utama dengan alam. Tanpa akar-akar ini orang tak akan berdaya, jelas merupakan kondisi yang amat berat.
Cara yang ideal ialah membangun suatu perasaan persaudaraan denag sesama umat manusia, suatu perasaan keterlibatan, cinta, perhatian, dan partisipasi dalam masyarakat. Perasaan solidaritas denagn orang-orang lain ini memuaskan kebutuhan akan berakar, untuk yang mengkoneksikan dan berhubungan dengan dunia luar.
Fromm mengemukakan suatu cinta yang berfokus pada negaranya sendiri mengeluarkan cinta untuk negara orang lain dan ini merupakan suatu bentuk pemujaan berhala, bukan atas nama cinta.

       4.      Perasaan Identitas
Manusia juga membutuhkan suatu perasaan identitas sebagai individu yang unik, suatu identitas menempatkannya terpisah dari orang-orang lain dalam hal perasaanya tentang dia, siapa dan apa.
Cara yang sehat untuk memenuhi kebutuhan ini ialah individualitas, proses seseorang menciptakan suatu perasaan tertentu tentang identitas diri.
Orang-orang yang mengalami individualitas yang berkembang baik mengalami diri mereka seperti lebih mengontrol kehidupan mereka sendiri, dan kehidupan mereka tidak dibentuk oleh orang-orang lain.

        5.      Kerangka Orientasi
Bertalian dengan pencarian suatu perasaan diri yang unik ialah suatu pencarian frame of reference atau konteks dengan mana seseorang menginterprestasikan semua gejala dunia. Setiap individu harus merumuskan suatu gambaran konsisten tentang dunia yang memberikan kesempatanuntuk memahami semua peristiwa dan pengalaman.
Dasar yang ideal untuk kerangka orientasi adalah pikiran, yakni sarana yang digunakan seseorang untuk mengembangkan suatu gambaran realitas dan objektif tentang dunia. Terkandung dalam hal ini ialah kapasitas untuk melihat dunia secara objektif, untuk menggambarkan dunia denagn tepat dan tidak mengubahnya dengan lensa-lensa subjetif dari kebutuhan-kebutuhan dan ketakutan-ketakutan didalam diri.


     c.      Kodrat Kepribadian yang sehat menurut Fromm
Fromm memberikan suatu gambaran jelas tentang kepribadian yang sehat. Orang yang demikian mencintai seutuhnya, kreatif, memiliki kemampuan-kemampuan pikiran yang sangat berkembang, mengamati dunia dan diri secara obejektif, memiliki suatu perasaan identitas yang kuat, berhubungan dengan dan berakar di dunia, subjek atau pelaku dari diri dan takdir, dan bebas dari ikatan-ikatan sumbang.
Fromm menyebutkan kepribadian yang sehat: orientasi produktif  , yakni suatu konsep yang serupa dengan kepribadian yang matang dari Allport, dan orang yang mengaktualisasikan diri dari Maslow. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia. Dengan menggunakan kata “orientasi” , Fromm menunjukan kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, respons-respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa-peristiwa di dunia dan juga terhadap diri .
Empat segi tambahan dalam kepribadian yang sehat dapat membantu menjelaskan apa yang dimaksudkan Fromm dengan orientasi produktif. Keempat segi tambahan itu adalah cinta yang produktif, pikiran yang produktif, kebahagian dan suara hati.  
     1.      Cinta yang produktif adalah suatu hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana rekan-rekan dapat mempertahankan individualitas mereka. Tercapainya cinta yang produktif merupakan salah satu dalam prestasi-prestasi kehidupan yang lebih sulit. Kita tidak “jatuh” dalam cinta; kita harus berusaha sekuat tenaga karena cinta yang produktif menyangkut empat sifat yang menantang – perhatian, tanggung jawab, respek, dan pengetahuan.
      2.      Pikiran yang produktif  meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan objektivitas. Pemikir yang produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran. Pemikir yang produktif dipengaruhi olehnya dan memperhatikannya.
     3.      Kebahagian adalah suatu bagian integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan orientasi produktif; kebahagian itu menyertai seluruh kegiatan produktif. Fromm menuliskan bahwa suatu perasaan kebahagian merupakan bukti bagaimana berhasilnya seseorang “dalam seni kehidupan”. Kebahagian merupakan prestasi kehidupan yang paling luhur.
     4.      Suara hati memiliki dua tipe, yakni suara hati otoriter dan suara hati humanistis. Suara hati otoriter adalah penguasa yang berasal dari luar yang di internalisasikan, yang memimpin tingkah laku orang itu. Sedangkan suara hati humanistis ialah suara dari dalam diri dan bukan juga dari suatu perantara dari luar diri. Pendoman kepribadian sehat untuk tingkah laku bersifat internak dan individual. Orang bertingkah laku sesuai dengan apa yang cocok untuk berfungsi sepenuhnya dan menyikapi seluruh kepribadian, tingkah laku-tingkah laku yang menghasilkan seluruh persetujuan dan kebahagian dari dalam. Kesehatan jiwa dalam pandangan Fromm di tetapkan oleh masyarakat, karena kodrat struktur sosial membantu atau menghalangi kesehatan psikologis. Apabila masyarakat-masyarakat yang sakit, maka satu-satunya cara untuk mencapai orientasi produktif ialah dengan hidup dalam suatu masyarakat yang waras dan sehat, yaitu masyarakat yang memajukan produktivitas.
Selain orientasi produktif yakni orientasi-orientasi tidak produktif yaitu :
1.      Orientasi reseptif merupakan penerimaan-penerimaan yang pasif dalam hubungannya dengan orang-orang lain. Mereka tidak mampu menghasilkan,menciptakan atau memberi cinta. Mereka sama sekali tergantung pada sumber-sumber dari luar seperti partner, teman-teman, atau masyarakat untuk segala sesuatu yang mereka butuhkan. Karena mereka begitu tergantung dan tidak dapat berbuat sesuatu untuk diri mereka sendiri maka mereka dapat dilumpuhkan oleh kecemasan dan ketakutan kalau dibiarkan sendirian.
2.      Orientasi eksploitatif juga merupakan ciri orang-orang yang diatur oleh sumber-sumber dari luar. Akan tetapi bukannya menunggu menerima dari orang-orang lain, mereka terdorong untuk mengambil dari mereka dengan kekerasan atau tipu muslihat atau dengan cara apa saja yang bermanfaat. Orang-orang ini tidak mampu menghasilkan atau menciptakan sendiri dan dengan demikian mereka mendapat cinta, milik, bahkan pikiran dan emosi hanya dengan mengambilnya dari orang-orang lain. Orientasi ini merupakan sifat dari masyarakat totaliter atau masyarakat fasis, suatu lingkungan dimana pemimpin-pemimpin yang kuat dan bersifat menguasai memerintah dengan kekerasan.
3.      Orientasi penimbunan tidak mengharapkan sesuatu dari sumber-sumber luar, dan juga tidak menerima atau mengambil. Orang-orang ini mencapai keamanan dengan menabung atau menimbun milik-milik material, pikiran-pikiran atau emosi, kepribadian-kepribadian yang menimbun tampaknya membangun tembok-tembok disekeliling diri mereka, sehingga mereka tidak membiarkan milik-miliknya keluar.
4.      Orientasi pemasaran merupakan ciri pembawaan utama dalam masyarakat-masyarakat kapitalis seperti amerika serikat. Kepribadian atau diri dinilai hanya sebagai suat barang dagangan yang dijual atau ditukar untuk keberhasilan.



PENYESUAIAN DIRI
      A.    KONSEP PENYESUAIAN DIRI
Pengertian penyesuaian diri adalah proses yang diharapi oleh individu dalam mengenal lingkungan yang baru. Menurut Schneider (dalam Partosuwido, 1993) penyesuaian diri merupakan kemampuan untuk mengatasi tekanan kebutuhan, frustrasi dan kemampuan untuk mengembangkan mekanisme psikologis yang tepat. Menurut Callhoun dan Acocella (dalam Sobur, 2003), penyesuaian dapat didefenisikan sebagai interaksi individu yang kontinu dengan diri individu sendiri, dengan orang lain, dan dengan dunia individu. Menurut pandangan para ahli diatas, ketiga faktor tersebut secara konstan mempengaruhi individu dan hubungan tersebut bersifat timbal balik mengingat individu secara konstan juga mempengaruhi kedua faktor lain.
Menurut Schneiders (1964), pengertian penyesuaian diri dapat ditiinjau dari tiga sudut pandang, yaitu:
1.      Penyesuaian sebagai adaptasi yaitu Menurut pandangan ini, penyesuaian diri cenderung diartikan sebagai usaha mempertahankan diri secara fisik, bukan penyesuaian dalam arti psikologis, sehingga ada kompleksitas kepribadian individu dengan lingkungan yang terabaikan.
2.      Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas adalah Penyesuaian diri diartikan sama dengan penyesuaian yang mencakup konformitas terhadap suatu norma. Pengertian ini menyiratkan bahwa individu seakan-akan mendapat tekanan kuat untuk harus selalu mampu menghindarkan diri dari penyimpangan perilaku, baik secara moral, sosial maupun emosional. Menurut sudut pandang ini, individu selalu diarahkan kepada tuntutan konformitas dan diri individu akan terancam tertolak jika perilaku individu tidak sesuai dengan norma yang berlaku.
3.      Penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan yaitu Penyesuaian diri dipandang sebagai kemampuan untuk merencakan dan mengorganisasikan respons dalam cara-cara tertentu sehingga konflik-konflik, kesulitan dan frustasi tidak terjadi, dengan kata lain penyesuaian diri diartikan sebagai kemampuan penguasaan dalam mengembangkan diri sehingga dorongan emosi dan kebiasaan menjadi terkendali dan terarah.
Berdasarkan tiga sudut pandang tentang penyesuaian diri yang disebut diatas, dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri dapat diartikan sebagai suatu proses yang mencakup suatu respon-respon mental dan perilaku yang diperjuangkan individu agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi, konflik serta untuk menghasilkan kualitas keselarasan antara tuntutan dari dalam diri individu dengan tuntutan dari dunia luar atau lingkungan tempat individu berada (Ali & Asrori, 2004).






DAFTAR PUSTAKA :
Schultz, Duane. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta : Kansius.
Semiun,Yustinus. (2006). Kesehatan Mental 1. Yogyakarta : Kansius

Kamis, 26 Desember 2013

Online Persona

A. PENDAHULUAN

Media sosial sudah tidak asing lagi untuk kita dengar pada zaman sekarang ini , anak SD pun sudah banyak yang mempunyai media sosial seperti facebook, twitter dan lain sebagainya. Facebook dan twitter adalah jejaring sosial yang sangat populer saat ini. Sangat populernya jejaring sosial facebook dan twitter ini banyak orang-orang yang memalsukan identitas dalam membuat akun facebook atau twitternya. Pemalsuan identitas itu salah satunya seperti memakai foto profile palsu , memalsukan jenis kelamin .

B. KASUS

Salah satu contoh pemalsuan identitas dengan memalsukan foto profile seperti gambar dibawah ini :


Banyak kita temukan foto-foto profile facebook yang memakai foto cewek cantik yang berasal dari bandung ini . ada pula contoh yang memalsukan jenis kelamin seperti gambar dibawah ini :


 Ini adalah kasus seorang laki-laki yang menyamar jadi perempuan ia  berkenalan dengan seorang laki-laki di akun facebooknya dan akhirnya mereka menikah.

C. ANALISA

Banyak juga Pemalsuan-pemalsuan di jejaring sosial yang bermodus untuk menculik maka dari itu kita harus waspada dalam memilih teman dan  berinteraksi  oleh orang yang baru kita kenal lewat jejaring sosial facebook supaya hal-hal yang buruk tidak terjadi pada kita. Dan seharusnya orang-orang yang memalsukan identitas dengan memakai identitas orang lain dengan bertujuan untuk menipu atau menculik diberi sanksi karena sudah melanggar etika.

Kita juga perlu waspada untuk menjaga akun-akun kita dengan cara dikunci sehingga orang lain yang baru kita kenal tidak sembarangan mengetahui dan  memakai identitas kita,  supaya tidak dipalsukan identitas kita untuk hal-hal yang tidak baik.  



D. REFERENSI 

Senin, 07 Oktober 2013


1.      PENDAHULUAN

Seiring perkembangan  zaman yang lebih maju dan makin canggih yang semuanya dapat kita akses melalui internet untuk mencari sebuah informasi bahkan diinternet kita juga bisa berbisnis,  diinternet kita juga kita dapat melakukan test psikologi secara online , manfaat dari test psikotes  secara online adalah kita bisa mempunyai gambaran  bagaimana test psikotes itu dan bagaimana cara mengerjakan test psikotes itu dan  kita bisa dengan praktis melakukan test psikologi dimana saja dengan gadget yang kita miliki. Test psikotes  secara online pun bisa mengetahui secara cepat hasilnya.

2.      TEORI

     A.  Pengertian Psikotes
    Psikotes adalah tes untuk mengukur aspek-aspek psikologis. Dua kelompok besar aspek psikologis yang     biasa diukur dengan psikotes adalah aspek kognitif dan aspek non kognitif.
1.      Aspek kognitif
Aspek kognitif biasa disebut sebagai aspek pikir. Orang biasa menyebutnya sebagai tes kecerdasan atau tes IQ. Tes IQ memang mengukur kecerdasan, tetapi yang diukur adalah kemampuan kecerdasan secara umum seseorang dalam berbagai situasi. Sementara, ada beberapa tes psikologi yang mengukur aspek kognitif, tetapi hanya dalam bidang-bidang tertentu, seperti kecerdasan dalam bidang numerik atau hitungan, dalam hal pemahaman cerita atau dalam hal penalaran. Tes semacam ini umum disebut sebagai tes bakat minat.
Tes yang mengukur aspek pikir, terbagi antara yang bersifat speed test dan power test
-          speed test
speed test  adalah berbagai jenis yang pengerjaanya dibatasi oleh waktu. speed test bertujuan, anatara lain melihat kecepatan dan ketepatan orang dalam bekerja. Menguji apakah seseorang dapat mengerjakan banyak hal dengan benar dalam waktu yang terbatas atau apakah ia cenderung ceroboh, tidak teliti ketika waktu kerjanya dibatasi. Umumnya, soal yang diberikan dalam tes ini berjumlah banyak dan mudah. Namun karena waktu pengerjaannya singkat, sebagian orang tergesa-gesa dan tidak cermat, meskipun ada juga orang yang dapat tetap bekerja dengan teliti.
-          power test
tes kognitif yang bersifat power test tidak dibatasi oleh waktu. Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui kemampuan orang secara maksimal dalam menyelesaikan suatu persoalan. Aspek yang dinilai bukan lagi kecepatan dan kecermatan, tetapi kualitas jawaban yang diberikan. Bisa saja soal yang diberikan hanya sedikit, tetapi membutuhkan kemampuan pikir yang tinggi. Tujuannya tentu untuk melihat sejauh mana daya pikir orang yang mengerjakan tes ini.


2.      Aspek Non-Kognitif
Tes yang mengukur aspek non kognitif adalah tes yang hendak melihat aspek-aspek kepribadian seseorang. Tes jenis ini terbagi menjadi tes yang bersifat proyektif dan bersifat objektif.
-          Tes bersifat Proyektif
Tes bersifat proyektif adalah tes yang bertujuan melihat unsur-unsur kepribadian yang mungkin secara tidak disadari ada didalam diri seseorang. Soal-soal yang diajukan dalam tes ini umumnya tidak terlalu jelas dan ambigu.
-          Tes bersifat Objektif
Tes yang bersifat objektif biasanya berupa skala atau angket. Bentuknya juga bermacam-macam, ada tes non-kognitif bersifat objektif yang meminta subjek unyuk memilih salah satu dari dua pilihan jawaban, atau mungkin lima pilihan jawaban. Pada tes semacam ini, jawaban memang telah disediakan sehingga subjek tinggal memilih yang paling sesuai dengan keadaan dirinya. Karena itu, pelaksanaan tes semacam ini relatif lebih mudah.

    B.     Tujuan Tes
Tes psikologi dirancang untuk mengukur berbagai faktor psikologis tertentu. Tujuannya bagi perusahaan adalah memperkirakan apa yang akan dilakukan seseorang dimasa yang akan datang. Faktor yang diukur adalah tipe psikologis seperti logika berpikir, kemampuan mempelajari tempramen dan berbagai kecakapan tertentu. Biasanya juga menyangkut pengukuran kemampuan fisik, seperti kecakapan atau kecepatan menulis atau koordinasi gerak tangan dan pengelihatan.
Menurut Lee J. Cronbach dalam Essentials of psychological Testing, tujuan tes psikologi adalah mengetahui perbedaan diantara setiap kepribadian. Dalam perusahaan, para pekerjanya akan selalu berusaha untuk lebih baik dari pekrja lainnya. Oleh karena itu, setiap pemimpin, manager, pekerja harus mampu mengidentifikasi masalah tersebut.
Pengetahuan ini menyajikan dua fungsi, yaitu presiksi dan diagnosis.
-          Prediksi
Usaha prediksi mendasari setiap pemakaian tes dan menekannkan perbedaan diantara masing-masing individu. Misalnya bila diberikan pada dua orang, tes ini dapat mengungkapkan perbedaan mereka pada saat itu juga. Namun, hal itu tidak ada artinya jika perbedaan aktivitas kesehariannya tidak dapat diprediksi. Dalam penerimaan karyawan, tes ini dilakukan dengan cepat untuk menyeleksi mereka yang memenuhi kualitas.
-          Diagnosa
Diagnosa merupakan fungsi tes kedua, yakni menekankan perbedaan antara sifat-sifat dari individu yang sama.
Diagnosa mecakup prediksi karena pemakai tes harus menentukan tingkah laku yang boleh dilaksanakan dan sejauh mana pola tersebut tetap bertahan.
Istilah diagnosa disini mengacu pada analisis dan berkaitan dengan berbagai aspek tingkah laku. Istilah ini harus dibedakan dengan diagnosa dalam arti proses penempatan subjek dalam kategori khusus misalnya penyakit suka mengasingkan diri.
Dalam diagnosa kita harus lebih pasti mengenai hasil tes. Jika mengetahui bahwa tes memprediksi suatu tingkah laku dari 100 subjek memperoleh nilai X, kita tidak perlu tahu tentang alasan nilai rendahnya.
Akan tetapi, jika diperlukan diagnosa, kita perlu mengetahui ciri-ciri yang menyebabkan nilai rendah pada tes tersebut. Hal ini karena penekanan dalam diagnosa merupakan penjelasan mengenai seseorang.


    C.    Jenis Tes
Ada beberapa jenis tes psikologi yang dipergunakan dalam proses pengujian seseorang dalam hal ini adalah seleksi calon tenaga kerja. Akan tetapi tidak selalu semua jenis tes diberikan kepada tesee (subjek yang dites). Pemberian soal tes ini bergantung pada keperluannya.
Lee J. Cronbach dalam Essentials of Psychological Testing edisi tahun 1949, membagi dua kelompok besar tes psikologi ini, yaitu berikut ini :
1.      Tes Kemampuan (intelegensi)
Tes ini dimaksudkan untuk mengetahui prestasi maksimal yang diperlukan dalam meneliti kemampuan dan kecakapan.
Kecakapan merupakan potensi seseorang untuk memperoleh tindakan melalui penelitian. Adapun kemampuan adalah lebih nyata. Kemampuan dapat diartikan sebagai prestasi seseorang atas tugas yang diberikan saat itu dengan motivasi maksimal, tetapi tanpa pelatihan, kemampuan tak mungkin lebih baik dari kecakapan. Terkadang faktor emosional turut mempengaruhi sehingga kemampuan tidak dapat muncul seperti aslinya.
Tes prestasi maksimal termasuk dalam bentuk tes kemampuan. Tes kemampuan mendefinisikan kata yang digunakan untuk memprediksi prestasi akademik.
2.      Tes Kebiasaan (Kepribadian)
Tes prestasi khusus dipakai dalam meneliti kebiasaan dan kepribadian seseorang. Ada sedikit nilai yang menentukan seberapa sopan peserta tes yang diinginkan. Aspek kepribadian peserta tes, misalnya kejujuran, keterbukaan, emosi. Kepribadian biasanya dianalisis dengan cara deskriptif tanpa usaha yang dibuat untuk mempertimbangkan sifat-sifat yang diharapkan.
            Penggolongan tes psikologi secara lebih rinci dapat diuraikan sebagai berikut :
1.      Intelligence Test (Tes Kecerdasan)
Tes kecerdasan/ tes IQ paling luas penggunaannya. Hampir setiap posisi pekerjaan mengadakan tes semacam ini. Tujuannya adalah menegetahui kemampuan seseorang dalam kerangka berpikir secra total dan logis.
Penyajian terbagi menjadi dua sifat berikut :
-          Soal terbuka, yaitu pada pertanyaan atau soal belum tersedia jawaban sehingga peserta tes harus menjawab sesuai kemampuannya jawaban bisa berbeda-beda, bergantung pada kemampuan setiap peserta dalam menangkap isi soal.
-          Soal tertutup, yaitu pada pertanyaan atau soal sudah tersedia jawabannya sehingga peserta tes dapat memilih jawaban yang paling benar.
Soal ini mudah, tetapi karena jawaban yang tersedia hampir mirip atau bahkan mirip, dibutuhkan ketelitian dalam waktu sangat singkat

2.      Aptitude Test (Tes Bakat)
Tes bakat atau pembawaan ditujukan untuk mengukur bakat atau kemampuan, yang mungkin telah dikembangkan atau masih terpendam dan tidak dipergunakan. Tujuannya adalah memprediksi kecakapan belajar para pelamar dikemudian hari. Tes ini lebih cocok bagi calon pelamar yang belum berpengalaman seperti ahli mesin, ahli bahasa, ahli musik dan ahli seni.

3.      Interest Test (Tes Minat)
Tes minat ditunjukan untuk mengetahui minat seseorang. Untuk pekerjaan yang lebih spesifik, seperti guru, manager, akuntan, dokter, tes ini sangat dibutuhkan.
Tes ini memang jarang digunakan para psikolog yang biasa menyelenggarakan tes dalam rangka rekuitmen, namun dalam soal-soal tes kepribadian (personality test) tes ini terkandung didalamnya.

4.      Achievement Test (Tes Prestasi)
Tes ini ditujukan untuk mengukur hasil kerja para pelamar. Bila seseorang menyatakan mengetahui atau memahami suatu hal, tes ini menguji seberapa jauh pengetahuan itu. Semua tes psikologi mencakup tes prestasi.

5.      Personality Test (Tes Kepribadian)
Tes kepribadian ditujukan untuk mengukur atau menilai kepribadian pelamar. Kepribadian bukanlah sesuatu yang salah atau benar, bukan pula sesuatu yang baik atau buruk. Tiap kepribadian mempunyai dua sisi yang saling berkait, yakni memiliki kelemahan serta kekuatan. Seseorang yang memiliki sifat extrovert pun tidak selalu baik. Demikian pula sifat introvert tidak dapat dikatakan jelek. Jika disebutkan satu persatu mungkin terdapat ratusan bagian dari kepribadian misalnya kejujuran, tanggung jawab, pendiam, humoris, nakal, emosional, keras kepala, pkerja keras, malas, patuh, lugu, kreatif.
            Dan psikotes biasanya dibagi dalam beberapa jenis yaitu :
1.      Tes Verbal
Tes verbal biasanya terdiri dari empat bagian yaitu : tes padanan kata atau sinonim, tes lawan kata atau antonim, tes analogi dan tes pemahaman wacana.
-          Tes padanan kata / sinonim
Sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada dasarnya mempunyai makna yang sama, tetapi berlainan bentuk luarnya. Apabila ditemukan kesinoniman, dalam penggunaannya perlu diusahakan seleksi.
Tes sinonim adalah tes untuk memahami keluasan pengetahuan seseorang dalam kaitannya dengan varian kata yang paling tepat dalam mengungkapkan pikiran dan gagasan. Biasanya, tiap soal disediakan satu jenis kata, kemudian anda diminta mencari kata lain yang memiliki makna yang terdekat.

-          Persamaan kata/ analogi
Pada tes analogi akan diberikan pasangan kata yang memiliki hubungan tertentu kemudian akan diberikan sebuah kata yang tak mempunyai pasangan dan kita harus mencari pasangan kata yang hilang tersebut dengan menganalogikan dari pasangan kata petunjuk.

2.      Tes Kuantitatif
Tes kuantitatif ini bertujuan untuk mengukur kecerdasan. Hal-hal yang dapat dilihat dari tes ini adalah kemamouan berpikir analitis, daya ingat, kecepatan kerja, ketelitian serta jalannya logika. Waktu untuk menjawab soal ini memang sengaja dibuat terbatas. Oleh karenanya kita harus benar-benar konsentrasi.
Tes ini terdiri dari soal-soal deret, aritmatika dan aljabar, serta geomatri dan trigonometri. Soal-soal yang mudah namun membutuhkan kejelian dan kecermatan.
-          Deret
Tes deret bukan soal yang rumit. kita tidak membutuhkan persiapan rumus apapun. Yang diperlukan hanya kejelian, kecepatan berfikir dan konsentrasi, yang umumnya diujikan dalam tes deret antara lain adalah :
·         Menjumlahkan sederet angka pada kolom vertikal
·         Mengisi deret yang hilang
·         Melanjutkan deret.

-          Aljabar dan Aritmatika
Soal aritmatika dan konsep aljabar dalam psikotes bukanlah soal yang terlalu rumit. Soal-soal ini kebanyakan memang bisa dikerjakan tanpa rumus apa pun artinya hanya menggunakan logika saja dalam menjawabnya.

-          Geometri dan Trigonometri
Mungkin inilah bagian yang paling banyak menjatuhkan peserta ujian. Soal ini membutuhkan pemahaman tentang geometri dan trigonometri. Tidak seperti pada soal aljabar, logika tidak akan membantu dalam hal ini. Kita harus benr-benar menguasai konsep dari geometri dan trigonometri.

  
3.      Tes Penalaran
Tes penalaran biasanya dibagi menjadi tiga bagian yaitu penalaran logis, penalaran analitis dan penalaran simbolis.
-          Penalaran logis
       Trik dalam mengerjakan soal penalaran logis adalah dengan cara menerjemahkan soal logika dari bentuk kata ke matematika. Untuk bisa menerjemahkan kebentuk matematika, maka kita harus mengerti lambang-lambang matematika logika dan tentu saja makna dari yang dilambangkan. Berikut adalah beberapa definisi dalam ilmu logika.
       Untuk memudahkan pemahaman pada soal-soal logika, ada beberpa pengertian yang perlu dipahami terlebih dahulu.
       Proposisi secara mudahnya, proposisi itu dikenali sebagai kalimat berita dalam soal-soal logika.kalimat tanya atau berita bukan proposisi
       Premis dan konklusi. Premis adalah proposisi yang menjadi dasar penyimpulan. Konklusi merupakan proposisi baru yang dihasilkan dari penalaran terhadap sejumlah propsisi
       Penalaran adalah proses penyimpulan sebuah proposisi baru dari sejumlah proposisi yang ada
       Penalaran induktif adalah penalaran yang konklusinya lebih luas dari premisnya.
       Penalaran deduksi adalah penalaran yang konklusinya tidak lebih luas dari premisnya.

-          Penalaran analitis
Dalam soal ini akan diberikan cerita yang didalamnya ada fakta-fakta dalam kata-kata. Kemudian harus menyimpulkan suatu pertanyaan.

4.      Tes Irama Bergambar
             Tes ini adalah tes dimana kita akan dihadapkan pada gambar yang sekilas acak-acakan. Kemudian kita akan diminta memilih salah satu gambar yang ada. Mirip dengan tes deret namun lebih membingungkan.
             Tes irama bergambar adalah tes yang sering muncul pada soal psikotes yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Tujuan dari tes irama bergambar adalah untuk melihat tingkat ketelitian, kecepatan serta kepribadian yang dimiliki oleh peserta tes. Dengan menggunakan tes ini dapat melihat bagaimana respon serta reaksi dari peserta tes dalam memandang, menyiasati serta mencari solusi dari kumpulan soal yang ada dihadapannya. Bila kita mampu menjawab soal yang ada dengan cepat dan benar, maka kita adalah orang yang memiliki kemampuan lebih baik dibanding yang lainnya.
             Dalam tes irama bergambar, tes yang sering dilakukan adalah tes pandangan ruang dan tes spatial. Tes pandandangan ruang meliputi tes memutar serta tes pencerminan.
-          Tes Pandang Ruang
Tes ini menguji kemampuan dalam memandang spatial suatu benda, seperti bagaimana jika suatu benda diputar ataupun bagaimana bentuk benda itu bila dicerminkan
MEMUTAR :
       Kunci yang harus kita pegang dalam mengerjakan tes memutar adalah dalam setiap pemutaran benda selalu mengacu pada satu titik poros, dan biasanya titik poros itu selalu terletak pada titik tengah pada suatu bidang.
PENCERMINAN:
       Kunci yang harus kita pegang dalam mengerjakan tes pencerminan adalah cermin. Bayangkan jika kita bercermin dalam suatu kaca, kita akan mendapati bahwa gambar kita akan terbalik. Kiri menjadi kanan dan kanan menjadi kiri. Dan satu hal yang harus kita ingat adalah pencerminan bukan hanya terhadap sumbu X dan sumbu Y, tetapi bisa lebih dari itu.

-           Tes Spasial
Jika tes ruang pandang, kita diharapkan mencari tahu apakah gambar itu diputar atau dicerminkan, pada tes spasial gambar tersebut mungkin bukannlah satu gambar yang diputar atau dicerminkan.gambar spasial bisa jadi gambar yang berbeda-beda satu sama lainnya. Tapi ada satu hal yang harus kita tahu adalah bahwa gambar ini mempunyai pola yang mirip seperti deret. Yang paling umum adalah deret aritmatika dengan beda satu.

5.      Tes Kepribadiaan
             Selain tes yang bersifat kemampuan kita dalam mengolah soal. Kita mungkin akan mendapatkan bentuk soal bergambar. Soal ini tidak ada jawaban benar salah, semua jawaban adalah benar karena gambar tersebut diasumsikan merupakan repesentasi diri. Penelitian membuktikan bahwa hal tersebut cenderung benar, maka tidak ada salahnya, jika anda mengetahui ada apa dibalik tes bergambar sehingga akan menuntun kita untuk menggambar seperti yang diinginkan.
             Selain tes bergambar mungkin ada tes yang bersifat kuisioner. Kita diminta menjawab beberapa pertanyaan mengenai diri kita atau jawaban yang kita anggap paling benar. Pada kesempatan ini hanya akan dibahas tes bergambar yang berjenis meneruskan gambar dan gambar rumah, pohon, orang.

3.      ANALISIS

Test psikotes yaitu untuk mengetahui gambaran yang dimiliki seseorang dari bakat , prestasi, kepribadian dan intelegensi yang dimiliki oleh seseorang. Biasanya test psikotes sangat dibutuhkan untuk  di sekolah misalnya untuk memilih jurusan IPA atau IPS, dan di sebuah perusahan-perusahaan yang sedang  membuka lowongan pekerjaan. Dengan dilakukannya tes psikotes disebuah perusahaan untuk mengetahui apakah pelamar itu cocok atau tidak dengan pekerjaan  tersebut. Dengan diadakannya tes psikotes online kita bisa mempunyai gambaran bagaimana tes psikotes itu dan untuk terlebih dahulu mempersiapkan diri untuk mengerjakan tes psikotes nantinya
Test psikotes sekarang sudah bisa diakses dengan mudah secara online dan bisa dilakukan dimana saja dengan media internet tanpa har us membeli buku dan mengeluarkan biaya, dinternet sudah banyak tesebar test-test  psikotes gratis. Ini adalah salah satu latihan  test psikotes verbal yang dilakukan secara online http://www.proprofs.com/quiz-school/quizshow.php?title=latihan-tes-psikotes&quesnum=1


Dengan test psikotes ini kita juga dengan mudah mengetahui jawaban kita benar atau salah



Sesudah mengisi semua latihan test  psikotes kita mendapatkan sertifikat seperti dibawah ini :



4.      REFERENSI
Soenanto,Hardi. (2002). Memahami Psikotes. Bandung: Pustaka Grafika.
Widayat,Bagus. (2006). Psikotes TPA & Wawancara Kerja. Yogyakarta: ImagePress.

Wardani,Yurika Fauzia.(2006).Latihan Soal-Soal Psikotes Pelamar Kerja.Jakarta: PT Kawan Pustaka.

;;

Template by:
Free Blog Templates

Free Website templatesFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesSEO Web Design AgencyMusic Videos OnlineFree Wordpress Themes Templatesfreethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree Web Templates